Maafkan ku bila
Ku kurang romantis
Tak segombal lelaki wanita lain
Memang diriku tak penuh kejutan
Tak mampu guncangkan dunia
Namun kau pun tahu
Hati ini hanya untukmu
Namun kau pun tahu
Ku tak dapat hidup tanpa dirimu
Reff 2x:
Ku cinta kau saat ini
Lebih dari hari yang kemarin
Dan akan kuberikan lebih dan lebih
Sampai akhir hayat nanti
Percayalah padaku
Cinta ini takkan pernah mati
Karena hanya padamu
T’lah aku temukan
Satu cinta yang tulus
Dan jujur untuk diriku
Back to Reff
Sampai akhir hayat nanti
Sampai akhir hayat nanti…
ku cinta kau lebih dari kemarin…
there’s just no one that gets me like you do……you’re my only one
sometimes you just need to be with the person that makes you smile even if it means waiting.
I don’t regret the things I have done
or the things I have chosen not to do,
because whatever I’ve done
I must have done something right…
Because I ended up with you.
……
aku enggak pernah bilang aku bakal mencintaimu seumur hidupku . yang selalu aku katakan bahwa aku akan selalu berusaha untuk bisa melakukannya di sepanjang umurku
aku enggak pernah bilang kalau aku bakal setia , sehidup semati sama kamu . yang selalu aku katakan sama kamu bahwa aku akan berusaha untuk selalu menempatkanmu menjadi yang terbaik di hati saya . dan , berusaha untuk selalu mengingatkan diriku betapa beruntungnya aku bisa mendapatkanmu
aku enggak pernah bilang bakal menjadi kekasih yang sempurna , yang selalu meluangkan waktunya untukmu , denganmu . yang selalu aku katakan sama kamu bahwa aku akan berusaha memberikan seluruh waktu yang tercerai berai di antara waktu-waktu tersibukku untukmu
dan satu hal lagi , aku enggak pernah berjanji untuk tidak akan meninggalkanmu . tidak , tidak pernah . karena yang selalu aku bilang sama kamu bahwa aku tidak memiliki umur ini , tidak memiliki hidup ini . Tuhan yang mempunyai semua . tetapi aku memiliki keinginan untuk bisa hidup ratusan tahun jika perlu untuk membuatmu bahagia
aku enggak janji pula bakal selamanya bisa membuatmu seperti itu . karena bisa jadi, dalam perjalanan hidup nanti , justru kamu malah bahagia kalau tidak bersama ku . jadi , simpan saja semua janji-janji muluk itu . biarkan aku dan kamu menikmati hari , mencintai apa yang bisa dicintai hari ini . semoga esok tiba dan rasa itu masih sama . rasa cinta yang menggebu-nggebu buat kamu, utuh .
untitled
siapa sih yang nggak seneng menyambut hari ulang tahunnya? saat dimana akhirnya umurmu semakin dekat dengan 17 tahun yang menandakan kamu sudah dewasa (yang akhir-akhir ini baru bisa aku rasain kalo ternyata jadi dewasa itu nggak enak). dimana keluarga dan temen-temenmu berkumpul untuk mengucapkan “selamat ulang tahun” disertai dengan kado yang kita terima dengan wajah sumringah. mungkin itu yang ada di benak kalian.
tapi beda denganku.
aku pernah punya pengalaman pahit dengan si hari ulang tahun ini.
mungkin tidak lengkap rasanya bila kuceritakan apa yang terjadi di hari itu saja. mungkin aku ingin memutuskan sedikit urat maluku untuk bercerita tentang apa yang sekarang kusebut aib itu, hahaha. tak perlu aku mengarang lagi, cukup kubuka buku yang dulu kusebut binder curhat dan merangkum kisah. sebuah kisah, tentang seorang anak laki-laki. begini bunyinya:
“31 Desember 2008
hai. halo. sebentar, jangan tolak aku dulu. mungkin kau sudah bosan melihat wajahku yang perlu dikasihani ini, memohon padamu untuk bersedia kutulisi tentang kisahnya, lagi dan lagi.
ini kisah yang beda. ini nyata. tidak seperti biasanya, saat aku mengkhayal dan berharap kepada suatu impian yang sudah lama pergi. nah, sudah tertarik kan? ;)
jadi begini.
duluuuu sekali, saat aku masih terlalu polos dan mudah sekali dibohongi, aku mengenalnya. aku mengenal sosok yang sempurna itu. aku adalah orang yang termasuk susah untuk memulai perkenalan dengan lawan jenis, tapi dengannya, aku seperti bersedia mengganti tradisi itu. begitulah, kami berkenalan dengan cara yang sederhana. lewat MXIT. bayangkan betapa bodohnya perkenalan itu. dan obrolan mengalir begitu saja. aku yang dulu bahkan belum punya aplikasi itu, rela untuk memohon dan berkata-kata manis setiap hari pada temanku untuk sekedar meminjam hapenya agar bisa chatting dengannya lewat mxit. aku selalu bersemangat setiap mencari obrolan baru, karena dalam hati aku tidak rela ketika obrolan kami harus terhenti karena kehabisan topik. begitulah, aku diam-diam jatuh cinta.
tapi tidak dengannya.
dia, yang kusebut sempurna itu, sudah terbiasa dikelilingi dan dipuja puji banyak wanita di sekelilingnya. dia, yang sangat terkenal di sekolah itu, tak butuh lagi fans macam aku yang sangat pendiam dan pemalu. bahkan dulu ketika berpapasan dengannya saja, aku tidak berani hanya untuk sekedar menyapa. dan aku, bodohnya malah bersemu merah setengah mati dan menjadi bahan ejekan teman-temanku. lama setelah itu, aku mengubur dalam-dalam perasaan ini. mungkin ini cuma cinta monyet.
selang 1 tahun berlalu, aku sudah tak sebodoh dan sepolos dulu lagi. aku mulai memperhatikan penampilan, menata kata-kata, dan bersikap lebih dewasa. ah, paling tidak, jauh dari saat aku masuk sekolah itu :D
dan dia, dia yang sebelumnya kutulis di setiap lembar buku harianku, di setiap kertas coret-coretan saat aku bosan mendengar pelajaran guru, muncul lagi dalam kehidupanku. dengan pembawaan yang berbeda. seolah dulu ia tidak mengenalku sama sekali. seolah aku adalah orang yang lain dari yang ia kenal lewat MXIT dulu. lalu aku, tentu saja gembira bukan main. aku telah menunggunya sejak lama, dan akhirnya dia datang. benar-benar datang dan memulai.
sejak saat itu kami dekat. dekat sekali, dan akhirnya hubungan itu memiliki status. aku bak cinderella yang kedatangan ibu peri dan didandani cantik untuk berdansa di pesta. aku senang, senang yang tak bisa digambarkan. bahwa dia memang sesempurna yang aku bayangkan dulu.
setiap harinya, aku tak berhenti tersenyum.
namun, datanglah saat itu. saat aku masih sibuk mengontrol kadar bahagiaku yang mulai terlihat berlebih, ia mengejutkanku dengan pesan itu.
intinya, kami sudah tak sejalan lagi.
….
……..
…………
…………………………………………………………………
aku, malah tidur saat itu. entah kenapa pikiran itu muncul begitu saja. aku menganggap itu mimpi buruk dan mungkin saat aku bangun tidur nanti dia akan tetap disana dengan senyum hangatnya dan bahasa tubuhnya yang seakan mampu untuk melindungiku selamanya. ah, cepatlah bangun…
tapi saat aku mencoba tidur, bukannya bangun dari mimpi itu. air mata justru menetes perlahan-lahan, semakin lama semakin deras… aku membenamkan kepala ke bantal dan berteriak sekencang-kencangnya.
BODOH, INI BUKAN MIMPI!!!!!!!!
lalu bak kesurupan, kubalas pesannya dengan singkat. hanya “ya, kalo emang gitu maumu…”
dan itulah yang akan kusesali selamanya.
betapa bodohnya aku. betapa kebasnya aku sehingga untuk menuntut alasan saja aku tak mampu.
ternyata benar. aku memang cinderella, karena ternyata kebahagiaanku memiliki batas.
dan saat itu, jam 12 malam ku sudah berdenting…
tak tahan, aku bercerita dengan salah satu teman baiknya yang sudah kukenal dari dulu.
“lho, dia kenapa tau-tau gitu?? alesannya apa?? kamu nggak tanya ta?”
“nggak, kalo dia udah mau gitu aku bisa apa…”
dan teman baiknya itu serta merta menenangkan hatiku. dan disana, aku memakai topeng menandakan aku tegar. padahal dibaliknya, kau akan menemukan wajah bersimbah air mata ini.
sejak saat itu, aku sering menangis di sekolah. teman-temanku pun tahu itu. luar biasa, merekalah sahabat yang tak akan pernah kutemukan lagi dimana mana. mereka ada di saat kejatuhanku, dan mereka memberi solusi, bukan cercaan atau makian.
besok, besoknya, dan beberapa bulan setelah itu, kerjaanku saat istirahat adalah berdiri di balkon lantai 3 di depan kelas dan memandangnya bermain basket. luar biasa, hanya dengan begitu saja, aku sudah menghabiskan jatah air mata untuk seminggu. melihatnya tersenyum, tertawa… aku harus ikhlas, kalau memang itu yang membuatnya bahagia.
dan ketika dia menoleh ke arahku, harus kupasang lagi topeng ini. topeng yang seakan berkata “hey, apa kita pernah bertemu? kurasa tidak.”
sampai aku mendengar dari teman-temannya bahwa ia bercerita kepada mereka, bahwa aku marah padanya. mungkin image itu yang tertanam di benaknya. aku, hanya dapat tertawa miris. bukan itu, sayang. kamu takkan pernah tau…
dan inilah yang kau tunggu-tunggu. saat hari ultahku di tahun 2009, aku mencoba menyisihkan luka itu dan mengajak sahabat-sahabatku di 2 kelas itu untuk makan dan nonton film di sebuah mall. aku sangat senang hari itu, sebelum aku melihatnya menggandeng wanita lain dan parahnya menonton film yang sama denganku…
saat film berjalan, berkali-kali aku mencuri pandang ke arah seat paling atas. ah, disana rupanya dia. asyik tertawa dengan kekasihnya itu karena memang filmnya lucu. aku disini malah menertawakan diriku sendiri, dan harus menahan tangis.
kesialanku tak berhenti disitu.
saat makan, aku sudah sedikit lupa dengannya. aku mulai bergurau dengan teman-temanku yang luar biasa menghibur itu. lalu salah satu temanku berujar, “wah naik taksi!!!”
sontak aku melihat ke arah yang disebut temanku itu. karena dinding restoran itu terbuat dari kaca, tentu saja aku bisa melihatnya.
disanalah ia, membukakan pintu taksi untuk permaisurinya…
lalu temanku tadi meminta maaf karena telah kelepasan bicara.
“maaf… aku nggak bermaksud… aku tadi keceplosan… jangan sedih”
“ha? siapa yang sedih? hahahaha…”
tawaku itu, berubah menjadi tangis. tumpah ruah dan menghapus segala keinginan yang sudah kususun di hari itu. aku mencoba untuk mengontrolnya, aku dipeluk oleh temanku. lalu aku sesenggukan dan diam. tak lama lagi, kenangan-kenangan lama, tersambung oleh kejadian barusan, membuatku menangis lagi tak henti-henti. tanya saja temanku, betapa cengengnya aku saat itu.
hari itu, aku hancur.
lama setelah itu, saat kesedihanku mencoba menghilangkan lukanya sendiri, datang saat ia akan menjalani ujian besar. dan setan apa yang merasuki salah satu teman baiknya, ia menceritakan seluruh curhatku padanya. dan dia sontak kaget dan serta merta meneleponku yang saat itu sedang tidak ada di sekolah. dia tau kebenarannya selama ini, hari itu.
esoknya, saat pulang sekolah, ia datang ke depan kelasku. disaksikan teman-temanku, ia berujar,
“apa kamu masih sayang aku selama ini?”
“udah lupain.”
“jawab…..”
“aku mau jawab apa? ngaruh ta? jadi pertimbangan penting ta?”
“maaf.. maaf aku egois… sekarang aku cuma bisa minta maaf dan doamu buat ujianku. aku nggak pengen ada yang masih nyimpan dendam sama aku…”
“ya, aku udah maafin kamu dari dulu. sekarang kamu bisa pergi. sukses buat ujiannya.”
dia dengan wajah melas, pergi dari kelasku. teman-temanku yang saat itu menyaksikan, berhamburan memelukku. perasaan apa ini? kenapa begitu ngilu rasanya? apa ini…
aku menangis. lagi. untuknya, dan untuk kesekian kalinya.
entah sampai kapan.”
nah, bombay banget kan ceritanya? huahahahaha
sek rek, nggak lucu iki. serius :|
jadi, intinya… kadang ulang tahun itu nggak selalu membahagiakan. kadang malah menyakitkan. tapi percayalah, di balik kejadian apapun, akan selalu ada tujuan yang akan menuntunmu ke jenjang kedewasaan.
dan pesan pribadi…
sekali kamu menyayanginya, selamanya pula kamu akan ingat.
dia pandai sekali membuatmu terkesan, membuatmu takkan menyesal pernah menjadi bagian hidupnya. namun sekali ia tak merasakan gembira lagi, lihat.
perasaanmu bagaikan dirampas oleh dementor tanpa ampun, dan mungkin tak pernah dikembalikan.
ketika kau menengok ke bagian hatimu yang dulu pernah untuknya, akan selalu lengang. kosong. karena ia tanpa sengaja tak pernah membiarkan orang lain untuk mengisinya.
ya, dia egois.
mungkin butuh waktu hampir 1 tahun untukku mengobati luka itu.
mencoba membuka hati untuk orang lain.
dan akhirnya, memiliki seseorang yang kaupercayakan untuk menjaga hatimu.
tapi, tidak melupakannya.
ingatlah, tak akan pernah lupa.
dimanapun kau bertemu lagi dengannya setelah sekian lama.
di jalan, di mall, di mana pun.
kau akan selalu menggumam, “aku pernah menyayanginya teramat sangat…”
dan bagian hatimu yang lengang itu akan bergema. ngilu yang dulu kau kubur akan berusaha muncul lagi. kapanpun itu.
Yes I’m scared, yes I’m jealous. I’m scared that you think she’s pretty, I’m scared that you find her more interesting, I’m scared that you think she’s so much better than me, I’m scared that you’re gonna leave me soon. And yes I’m jealous that she gets to see you, I’m jealous that you talked to her, I’m jealous that you had fun with her. I’m scared.. I’m jealous. But that’s only because you mean a lot to me.
(Source: jessiebby-)
jealous ….
i get jealous cause ilove you..
if i really don’t get jealous anymore
it means that i don’t
so it kinda makes me even more sad when you tell me to not get jealous cause that’s basically the same as telling me to stop loving you
untitled
ketika kau menengok ke bagian hatimu yang dulu pernah ada untuknya, akan selalu lengang. kosong. karena ia tanpa sengaja tak pernah membiarkan orang lain untuk mengisinya.
ya, dia egois.
mungkin butuh waktu hampir satu tahun untukmu mengobati luka itu.
mencoba membuka hati untuk orang lain.
dan akhirnya, memiliki seseorang yang kaupercayakan untuk menjaga hatimu.
tapi, tidak melupakannya.
ingatlah, tak akan pernah lupa.
dimanapun kau bertemu lagi dengannya setelah sekian lama.
di jalan, di mall, di mana pun.
kau akan selalu menggumam, “aku pernah menyayanginya teramat sangat…”
dan bagian hatimu yang lengang itu akan bergema. ngilu yang dulu kau kubur akan berusaha muncul lagi. kapanpun itu.” -hanifabida
kata - kata cinta oleh kahlil gibran
“Aku adalah hari kemarinmu, dan engkau adalah hari esokku.Aku adalah akarmu di bumi, dan engkau adalah bungaku di langit.Bersama-sama kita tumbuh di depan wajah matahari.”
”Segala sesuatu menjadi kecil tanpa cinta.”
“Betapa menjadi ringannya tangan kehidupan dan betapa beriramanya malam,ketika seseorang mencintai dan memercayainya.”
”Kebanyakan, seseorang hanya bisa meminjam hati orang lain.Hanya sedikit yang bisa memilikinya.Jika engkau ingin memiliki, engkau tak boleh menuntut.”
“Jatuh cinta demikian sederhana,namun menjauh dari cinta begitu menyakitkan.”